Agustus 29, 2019

SEJARAH

Perpustakaan Pusat Prof. Dr. H. Abdullahsyah, M A (Jam’iyah Lithalabil Khairiah) merupakan bangunan yang menjadi bagian sejarah Kesultanan Langkat. Diawali dengan berdirinya madrasah Al-masrullah tahun 1912, madrasah Aziziah pada tahun 1914 dan madrasah Mahmudiyah tahun 1921, maka Langkat menjadi salah satu dari tempat yang dituju oleh pencari-pencari ilmu dari berbagai daerah. Disebutkan bahwa selain dari masyarakat Langkat yang belajar pada kedua maktab tersebut, maka banyak pelajar-pelajar yang datang dari dalam dan luar pulau Sumatera, seperti Riau, Jambi, Tapanuli, Kalimantan Barat, Malaysia, Brunei dan lain sebagainya.

Kemudian hari, banyak pihak merasa pendidikan di Jam’iyah Mahmudiyah harus ditingkatkan, lebih tinggi daripada sekadar Madrasah Aliyah. Oleh karena itu, pada awal tahun ajaran 1980, di masa Indonesia, para cerdik pandai Langkat kemudian menggagas lahirnya Fakultas Tarbiyah di Jamiyah Mahmudiyah. Selain akan dijadikan cikal bakal Sekolah Tinggi Agama Islam, pertimbangan lainnya adalah banyak pelajar Islam lulusan Aliyah dan Pendidikan Guru Agama di Tanjung Pura dan sekitarnya yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan lebih tinggi di universitas-universitas besar yang ada di kota karena keterbatasan ekonomi. Hingga saat ini, STAI-JM telah banyak meluluskan ribuan sarjanah yang siap terjun di tengah-tengah masyarakat.

Kemajuan demi kemajuan STAI-JM terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini tidak terlepas dari upaya dalam pembangunan disegala bidang. Salah Satunya Pembangunan Perpustakaan. Bangunan perpustakaan Prof. Dr. H. H. Abdullahsyah , M A (Jam’iyah Lithalabil Khairiah) diresmikan pada tanggal 26 Agustus 1987. Pembiayaan pembangunan gedung perpustakaan ini merupakan hasil bantuan Presiden R.I yang kedua Ir.H. Soeharto, Sultan Selangor Malaysia, Gubernur Sumatera Utara dan Bupati Kab. Langkat.

Dengan perkembangan zaman yang semakin meningkat perpustakaan ini terus bereformasi dari tahun ketahun. Sehingga diakhir tahun 2018 perpustakaan ini resmi melakukan transisi dari perpustakaan konvensional menjadi perpustakaan modern berbasis online. Upaya ini bertujuan untuk memberikan pelayanan prima untuk pengguna perpustakaan.